Proyek Terhenti di Kawasan Perpero Port Bengkulu, Pembangunan Tanpa Kejelasan di Tengah Fokus Pengembangan Pelabuhan

Bengkulu, 26 Oktober 2025
Pembangunan salah satu bangunan proyek di kawasan Perpero Port, Pulau Baai, Kota Bengkulu, kini menjadi perhatian warga sekitar. Bangunan yang sempat digadang-gadang akan menjadi fasilitas pendukung pelabuhan ini terlihat terbengkalai dan belum ada tanda-tanda kelanjutan pembangunan.


Padahal, kawasan Pulau Baai tengah menjadi fokus utama pengembangan PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) sebagai bagian dari strategi memperkuat jaringan logistik nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Sumatera.

Pembangunan fasilitas di Perpero Port ini merupakan bagian dari program pengembangan Pelabuhan Bengkulu yang dilakukan oleh IPC sejak beberapa tahun lalu.
Menurut data dari IPC perusahaan pelat merah tersebut menargetkan Pulau Baai menjadi pelabuhan terintegrasi dengan kawasan industri, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti gudang, akses jalan baru, serta infrastruktur pelabuhan modern. Namun, bangunan yang berada di salah satu sudut kawasan Perpero Port justru tidak menunjukkan kemajuan pembangunan. Dinding mulai retak, halaman ditumbuhi rumput liar, dan tidak tampak aktivitas pekerja di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek ini berhenti sejak beberapa tahun terakhir, tanpa kejelasan dari pihak terkait. Beberapa warga sekitar mengaku bahwa aktivitas pembangunan sempat berjalan aktif, namun tiba-tiba terhenti dan tidak pernah dilanjutkan kembali.

“Dulu sempat ramai pekerja, tapi sekarang sepi. Bangunannya dibiarkan begitu saja,”
ujar salah satu warga yang ditemui di sekitar Perpero Port.

Bangunan tersebut kabarnya direncanakan sebagai gudang atau fasilitas logistik pelabuhan, namun tidak ada informasi resmi yang menjelaskan penyebab berhentinya proyek.

Belum adanya kejelasan dari pihak pelaksana proyek maupun pemerintah daerah membuat masyarakat bertanya-tanya. Dugaan sementara, proyek terhenti karena adanya kendala pendanaan serta penyesuaian rencana tata kelola pelabuhan yang masih dalam tahap perencanaan nasional. Padahal, dengan posisi strategisnya di pesisir barat Sumatera, Pelabuhan Pulau Baai berpotensi besar menjadi pusat logistik dan ekspor utama Bengkulu, terutama untuk hasil tambang dan perkebunan.

“Kalau dilanjutkan, dampaknya pasti besar untuk warga sekitar dan perekonomian Bengkulu,”
tambah warga lainnya.

Sejauh ini, pihak PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) tetap menyatakan komitmennya untuk mengembangkan Pelabuhan Bengkulu agar mampu bersaing dengan pelabuhan besar lain di Sumatera.
Namun belum ada kepastian kapan pembangunan fasilitas di area Perpero Port akan dilanjutkan.

Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap proyek-proyek yang mangkrak di kawasan strategis seperti ini. Jika dilanjutkan, bangunan yang kini terbengkalai itu bisa menjadi bagian penting dari rencana besar pengembangan pelabuhan Pulau Baai dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.


Proyek yang terhenti di Perpero Port Bengkulu menjadi gambaran nyata bagaimana perencanaan infrastruktur yang tidak berkelanjutan dapat menghambat potensi ekonomi daerah. Di tengah semangat pengembangan pelabuhan oleh IPC, masyarakat berharap agar proyek-proyek serupa tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu.


Penulis: Alifzu Raja Tegar Julianda
Lokasi: perpero port,pelabuhan pulau baai, Bengkulu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Panorama Bengkulu

“Pantai Berkas Sepi, Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Kota Bengkulu”