KOMUNIKASI KELAS C
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWAI SUKARNO BENGKULU
BELAJAR DARI RASA RAPUH
NUR AISYAH ----Kenalin namaku Pramita, terlahir dari keluarga yang sederhana anak yang suka ceria, kadang juga sedih tanpa sebab, perjalanku baru dimulai ketika semuanya berbeda. Hari itu aku yang menangis disudut kamar dengan boneka yang melihatku, tak kuat rasanya menahan rasa ini sampai satu hari aku memilih mengurung diri dikamar, ntah kesunyian semakin menemaniku walau terkadang aku harus merasakan menemui keramaian, namun sejatinya aku tetaplah sunyi.
Hari demi hari aku jalankan dengan sebaik mungkin, hari itu aku main kerumah temanku Namanya Bunga, kami bikin tugas bareng. Bunga teman SMA ku, kita kenal cukup lama aku jarang menceritakan cerita pribadiku dengan dia ataupun dengan orang lain, tapi hari itu aku memilih cerita sama dia, aku bilang sama Bunga aku ada masalah. Aku bilang aku pacaran sama Jodi 2 bulan yang lalu, Bunga cuman mendengarkan. Aku putus sama Jodi, dia selingkuh sama Nabila teman kelas kita, apa iya kata Bunga, aku udah bilang nggak usah pacaran kamu masih aja dilakuin, iya semua sudah terlajur, tapi aku sedih, Bunga bilang hari ini cari makan yok, bungga berusaha menghiburku.
Tepat hari itu hari senin aku masuk sekolah, kami upacara seperti biasanya, aku dibarisan ketiga dekat sama Nabila, pacarnya mantanku. Nabila cuman diam sesekali dia melihatku, setelah upacara dia bilang sama aku, mit boleh ngobrol sebentar, aku bilang mau bahas apa ya? Nabila jawab lagi, sebentar aja kok 5 menit aja, dia langsung menarik tanganku dan membawaku kedepan perpus. Dia bilang kamu pacaran sama Jodi? aku jawab mantan, kamu tau nggak aku putus itu karena kamu, Nabila bilang aku nggak tau kalo kamu pacaran sama Jodi aku baru pacaran sama dia 1 minggu. Ntahlah nab yang pasti aku nggak pacaran lagi sama Jodi. Nabila bilang aku minta maaf sekali lagi dan aku bilang maaf nab udah bel aku mau masuk kelas.
Satu tahun sudah lewat, aku berniat ingin kuliah diluar tapi orang tuaku tidak mengizinkan. Aku berusaha ngobrol sama orang tuaku, alhasil orang tuaku tidak mengizinkan orangtuaku bilang kuliah disini saja, aku bilang yah,buu kalau kuliah diluar aku lebih banyak pengalamnya aku mau lihat dunia luar, tapi ayahku bilang ayah sama ibumu sudah tua. Kami juga takut apa-apa yang terjadi sama kamu nak, lalu aku pergi ke kamar, nangis. Waktu terus berjalan akhirnya aku mendaftar di kampus disini, Favorit tapi aku nggak lulus. Tahap demi tahap sudah kulalui, jawabannya maaf anda tidak lulus. Akhirnya aku galau lagi, aku juga bingung aku mau masuk kampus mana, masa UIN dalam hatiku, akhirnya aku daftar diUIN, ternyata lulus, dan akhirnya aku menerima kuliah disini.
Padahal ini bukan kampus yang aku inginkan, aku menuruti kemauaan orang tuaku, waktu itu pertama kali aku belajar disini, aku yang notabenenya alumi SMA tapi masuk UIN, Universitas yang berbasis islam, setiap minggu belajar bahasa arab, dan ilmu-ilmu lainnya, aku berusaha beradaptasi walaupun itu cukup sulit bagiku, dan akhirnya aku berusaha mejalankan kuliahku dengan baik.
Dari cerita diatas ada beberapa poin yang bisa kita ambil pentingnya mendengar nasehat orang lain, jangan suka menutup diri karena hakikatnya kita butuh orang lain, kepercayaan dalam sebuah hubungan itu sangat penting agar bisa berkomunikasi dengan baik. Sekian dari saya, apa bila ada kata-kata yang salah saya sebagai penulis minta maaf.
PERTEMUAN DI MASA SEKOLAH
ANA VIA MELIZA---Pada suatu hari saya sedang duduk di bangku sekolah kelas 10 dimana saya baru masuk sekolah menengah atas (SMA) saya sekolah di SMA NEGERI RUPIT dimana sekolah tersebut sekolah terpaforit di daerah saya,jarak rumah saya lumayan jauh dari sekolah sekitar 30 menit, maka dari itu saya pergi ke sekolah jam 6.40 karena jam 7.30 bel masuk kelas. Hari pertama saya masuk ke kelas saya belum mengenal satupun karena teman-teman smp saya lebih memilih sekolah yang lebih dekat dari rumah mereka sedangkan saya ditempatkan orang tua saya ke sekolah yang mereka inginkan dan saya juga tertarik dengan sekolah tersebut sebelumnya saya dengan orang tua saya sudah kompromi mau melanjutkan SMA di mana dan saya sama orang tua saya sepakat untuk saya sekolah di tempat yg saya dan orang tua saya inginkan tersebut,kemudian ada 2 org cwek yg menghampiri saya dengan tujuan mengajak saya kenalan namanya T dan A, dari situ cerita Pertemanan kita dimulai,pada awalnya saya belum tau sifat mereka tapi lama-kelamaan saya mengetahui sifat teman-teman saya kemudia kami merasa cocok dan ada kesaan di antara kami be 3,dari situ lah kami belajar,jalan-jalan,ngerjain tugasdan kemanna-mana ber 3 walaupun jarak rumah kami ber 3 lumayan jauh tapi kami lebih sering bersama karena kami sudah merasa sagat cocok bahwan orang tua kamipun sudah mengenal kami satu sama lain karena sering main kerumah bahkan nginap sering di tanya “kemana yang satunya lagi biasanya ber 3”jika salah satu dari kami tidak masuk dengan seringnya waktu ngak kerasa kmi akan menghadapi ujian akhir semester yang artinya kami akan naik kelas,kami ber 3 sering membicarakan hal itu apakah kmi akan sekelas lagi atau tidak!, Ujian akhir semester pun berakhir tiba lah libur kenaikan kelas 1 bulan berakhir kami pun masuk sekolah lagi untun naik kelas 11 dan penentuan kelas di situ kami berpisah ternyata di antara kami ber 3 tidak yang satu kelas,kami merasa sedih karena kami tidak sekelas lagi tidak bisa menghabiskan waktu jam kosong bersama lagi,walaupun kami sedih kami akan tetap berpisah,meskipun tidak sekelas lagi kami tetap berteman baik,kami pun mempunyai teman baru masing-masing. Dari Pertemanan kami ber 3 saya menyimpulkan walaupun kita tidak bersama-sama lagi tetaplah menjaga hubungan yang baik dan walaupun mempunyai teman-teman baru yang lebih baik lagi.
SENI DALAM KOMUNIKASI
DENY ILHAM---Komunikasi merupakan suatu kegiatan menyampaikan sebuah pesan dari satu orang ke orang lain. Tentunya kita sebagai makhluk sosial tidak luput dengan berinteraksi pada orang – orang disekitar kita. Pernahkah anda mendengarkan lawan bicara anda saat menyampaikan pesan?Berbicara dengan lawan bicara yang tidak mendengarkan itu tidak enak. Disebut komunikasi yang efektif antara pembicara (komunikator) dan lawan bicara (komunikan) memiliki kesamaan makna, maka terjadinya komunikasi yang efektif. Jika dalam suatu proses penyampaian pesan tidak memiliki kesamaan makna maka telah terjadi miskom.
Saya pernah mengalami miskomunikasi antara saya dan teman saya. Pernah suatu waktu tepat nya pada hari sabtu sore sebelum malam tahun baru. Saya dan lima teman saya sedang ngumpul dan berbincang tentang rencana apa yang harus di lakukan pada saat malam tahun baru. Salah satu teman saya sebut saja dia (Bayu), dia mengatakan, “bagaimana kalo nanti malam kita bakar jagung saja”. Dan saya dan teman-teman saya bilang, “wow ide yang bagus”. Dan salah satu teman saya juga berpendapat, sebut saja dia (Adi). “Dirumah saya ada pentol bakso lumayan banyak”. Saya bilang, “behh mantap itu bawa yang banyak oke”. Ada teman saya juga sebut saja nama nya (Riki), dia bilang, “nanti saya beli es untuk buat minuman yang seger”. Temen saya yang satu lagi sebut saja dia (Yudha), dia berinisiatif untuk menyiapkan tempat,alat dan bahan untuk semua bahan yang akan di buat nantinya. Dan tugas saya adalah membeli arang.
Beberapa lama kemudian, waktu sedang asik berbincang datang salah satu teman saya yang kalo dia datang pasti melakukan hal yang aneh, sebut saja dia (Yung). (Yung) ini duduk di dekat saya, dan saya bilang, “kek nya bahan untuk malam nanti ini ada yang kurang tapi apa ya? Oh iya ayam, bakar-bakar ini rasa nya kurang kalo nggak ada ayam”. Selang beberapa menit tanpa di duga seekor ayam lewat di depan mata kami. Dan saya bilang ke (Yung) bercanda gitu, “kamu lihat ayam yang gemuk itu”. “Lihat kata (Yung), kek nya enak ini kalo kita bakar malam nanti”. Waktu pun sudah malam, kami sudah mulai untuk bakar-bakar. Dan kami pun di buat kaget, tiba-tiba (Yung) datang membawa ayam yang saya tunjuk sore tadi. Saya pun bilang “Astagfirullah (Yung), saya itu bercanda saja tapi kamu malah serius dalam menanggapi nya (dengan nada tertawa)”. Dan akhirnya kami pun duduk dan memakan makanan yang sudah kami bakar termasuk ayam tersebut.
Ternyata dalam komunikasi ada seninya. Dari pengalaman tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa dalam komunikasi tidak hanya kemampuan berbicara saja. Kesediaan menjadi pendengar yang baik pun sangat dibutuhkan dalam komunikasi. Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Karena dengan kita menjadi pendengar yang baik bagi seorang komunikator sama artinya memperlakukan pembicara dengan baik, menghormatinya dengan cara bersungguh–sungguh memperhatikannya. Hal tersebut akan membuat seorang pembicara atau komunikator merasa nyaman dan merasa dihargai, karena salah satu faktor seni dalam komunikasi adalah “kenyamanan” yang menjadi akar dari seni dalam komunikasi. Cerita singkat pengalaman pribadi saya mengenai miskomunikasi dan juga penjelasan singkat mengenai seni dalam komunikasi di atas semoga mendapat ilmu baru bagi kita. Tidak hanya kemampuan berbicara yang dimiliki, ternyata dalam komunikasi ada seninya.
EKSTROVERT
ILHAM ADE
SAPUTRA---Dahulu,semenjak masuk sekolah, roy dikenal sebagai seorang extrovert
yang suka bergaul dengan teman-teman disekolah mau di luar sekolah , namum
ketika dia beranjak dewasa ada sisi lain dari dirinya memiliki sifat introvert
. yang sejak beranjak dewasa dia lebih
suka menyendiri dan tidak suka keramai, sejak saat itu dia dikenal sebagai
orang yang memiliki keberibadian ganda.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berkomunikasi
dan diibaratkan sebagai sebuah pohon
yang melmiliki: Akar ( kenyaman ) , Batang ( penampilan , suara
,topik ) dan Rantng ( pujian, bersalam , meniru , efek)
AKAR diibaratkan
sebagai kenyaman. Akar sebagai hal pertama dalam sebuah komunikasi, sebelum
masuk komunikasi hal pertama yang perhatikan 2 orang atau lebih dalam berkomunikasi ada
kenyaman dalam berbicar satu sama lainya.
BATANG
sebagai ( penampilan, suara, dan topik). Penampinal, suara , dan topik juga termasuk
hal yang harus diperhatikan saat berkomunikasi.
penampilan , suara, topik berpengaru sebagai kelancaran dalam
berkomunikasi .
RANTING (
pujian,bersalam,meniru, efek). Sebagai pujian salah satu sebab untuk menutukan
ke lancaran dalam berkomunikasi .
Bersalam
juga termasuk kedalam berkomunikasi agar bisa menentuan sikap kita dan orang
lain untuk kelancaran berkomuniksi Meniru juga bisa menentukan kelancaran dalam
berkomunikasi Salain itu efek juga bisa menutukan apakah kominukasi itu efektif
atau tidak.
Komentar
Posting Komentar